POLISI KAMPUNG POLSEK KERTASARI POLRESTA BANDUNG SAMBANG PEDAGANG WARUNG KECIL — KEBAIKAN YANG HADIR TANPA BANYAK KATA

KATERCIKO.COM, Kapolresta Bandung Polda Jabar Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Kertasari Iptu Fajar Sodik, S.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang ketulusan dalam mengabdi.

Hal tersebut tercermin dalam sosok Irwan Irawan, Ps. Kasium Polsek Kertasari Polresta Bandung yang dikenal sebagai “Polisi Kampung”-yang hadir bukan karena jabatan, tetapi karena kepedulian.

Bacaan Lainnya

Melalui kegiatan sambang, Aipda Irawan menyusuri sudut-sudut kampung, mendekatkan diri dengan masyarakat tanpa sekat. Salah satunya saat menyambangi sebuah warung kecil milik seorang ibu jompo.

Warung sederhana itu menjadi saksi perjuangan hidup-dengan dagangan seadanya, namun penuh harapan untuk terus bertahan.

Aipda Irawan datang bukan sekadar membeli. Ia duduk, menyapa dengan hangat, mendengarkan cerita, dan menghadirkan rasa bahwa sang ibu tidak sendiri.

Dalam diam, terbangun kedekatan. Dalam kesederhanaan, hadir kepedulian.

Tanpa banyak kata, kebaikan itu disampaikan melalui tindakan nyata—tulus, sederhana, namun langsung dirasakan.

Kegiatan sambang ini juga dilakukan kepada pedagang kecil lainnya di pinggir jalan. Membeli dagangan mereka, memberi semangat, serta menghadirkan harapan di tengah keterbatasan ekonomi.

Menariknya, momen-momen sederhana tersebut ia abadikan melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok di akun @IrawanZed25. Tanpa peralatan canggih, hanya menggunakan kamera handphone sederhana, ia membagikan kisah nyata yang apa adanya dan menyentuh hati.

Kesederhanaan itulah yang menjadi kekuatan—bahwa kebaikan tidak harus besar untuk bisa berarti.

“Polisi harus hadir bukan hanya terlihat, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Kapolsek Kertasari.

Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan menjadi ladang amal, diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam pengabdian.

Karena pada akhirnya, kebaikan yang paling kuat bukanlah yang banyak dibicarakan…

melainkan yang diam-diam dilakukan, namun terasa hingga ke hati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *