KATERCIKO.COM, Bandung – Polresta Bandung menerima dan membuka kegiatan Latihan Kerja (Latja) Taruna Akpol Tingkat II Batalyon Bhayangkara Dharma yang dilaksanakan di ruang rapat besar Polresta Bandung, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Bandung Kombespol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR didampingi Wakapolresta Bandung AKBP Putu Hendra Binangkari, S.I.K., serta dihadiri para Pejabat Utama Polresta Bandung.
Kegiatan Latja ini menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan bagi taruna dan taruni Akpol agar dapat memahami dinamika tugas kepolisian secara langsung, sekaligus mengimplementasikan teori yang diperoleh selama pendidikan ke dalam praktik nyata di wilayah hukum Polresta Bandung.
Dalam arahannya, Kapolresta Bandung Kombespol Aldi Subartono menegaskan bahwa seluruh taruna dan taruni diwajibkan menyusun karya tulis berdasarkan fakta dan data lapangan yang diperoleh melalui observasi maupun wawancara langsung dengan personel kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar para peserta memperoleh gambaran riil mengenai tugas-tugas kepolisian modern.
“Taruna dan taruni wajib membuat tulisan berdasarkan fakta dan data di lapangan. Pengumpulan informasi dapat dilakukan melalui wawancara langsung dengan kasat, personel maupun masyarakat agar menghasilkan informasi yang akurat, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Kapolresta Bandung Kombespol Aldi Subartono.
Ia menjelaskan, pelaksanaan dan penyusunan tugas diberikan waktu selama lima hari. Momentum Latja, lanjutnya, harus dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan wawasan, pengalaman serta pemahaman terhadap tantangan tugas kepolisian di tengah masyarakat.
“Program Latja ini menjadi sarana pembelajaran yang baik untuk memahami kondisi dan fakta tugas kepolisian secara langsung. Saya berharap seluruh taruna dan taruni dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab serta memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah ilmu dan pengalaman,” ujarnya.
Selain menekankan aspek akademik dan profesionalisme, Kapolresta Bandung juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, disiplin serta kehormatan diri selama pelaksanaan kegiatan. Seluruh peserta diminta menjaga nama baik institusi serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai citra taruna Akpol.
Selama kegiatan penerimaan dan pembukaan Latja berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib dan kondusif. Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak calon perwira Polri yang profesional, humanis serta memiliki pemahaman kuat terhadap realitas tugas kepolisian di lapangan, pungkasnya.





