KATERCIKO.COM, Cileunyi — Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan formal. Komunikasi sederhana, duduk bersama, dan mendengarkan langsung kondisi di lapangan justru menjadi salah satu cara efektif untuk membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat.
Hal tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Cimekar, Polsek Cileunyi, Polresta Bandung, Aiptu Haris Mugia Kusumah, saat melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Jum’at (28/8/2026)
Dalam kunjungan tersebut, Aiptu Haris Mugia Kusumah duduk dan berbincang santai bersama perangkat Desa Cimekar. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh komunikasi dua arah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memperkuat kemitraan dengan pemerintah desa sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.
Bagi seorang Bhabinkamtibmas, kunjungan ke kantor desa bukan hanya sekadar agenda rutin. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mengetahui perkembangan situasi masyarakat secara langsung dari perangkat desa.
Dalam suasana santai, berbagai hal berkaitan dengan kondisi lingkungan dapat dibicarakan secara terbuka.
Komunikasi seperti ini penting karena pemerintah desa merupakan salah satu unsur yang paling dekat dengan masyarakat. Perangkat desa mengetahui berbagai aktivitas dan perkembangan yang terjadi di wilayahnya.
Dengan komunikasi yang terjalin baik, informasi mengenai situasi kamtibmas dapat lebih cepat diterima dan dikoordinasikan.
Bhabinkamtibmas juga dapat menyampaikan pesan-pesan keamanan kepada perangkat desa untuk kemudian diteruskan kepada masyarakat.
Kemitraan antara kepolisian dan pemerintah desa menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Polisi tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kamtibmas. Dukungan pemerintah desa dan masyarakat sangat dibutuhkan agar berbagai potensi gangguan dapat dicegah sejak dini.
Melalui kunjungan tersebut, Aiptu Haris Mugia Kusumah membangun komunikasi sekaligus mempererat hubungan kelembagaan dengan perangkat Desa Cimekar.
Hubungan yang baik diharapkan dapat memudahkan koordinasi ketika terdapat persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.
Mulai dari persoalan keamanan lingkungan, aktivitas masyarakat, hingga berbagai dinamika sosial yang berkembang di wilayah desa dapat dikomunikasikan secara lebih cepat.
Salah satu manfaat penting dari kegiatan sambang dan silaturahmi adalah memperkuat deteksi dini.
Tidak semua potensi gangguan kamtibmas langsung terlihat dalam bentuk kejadian. Terkadang, tanda-tandanya justru muncul dari informasi kecil yang disampaikan masyarakat atau perangkat desa. Karena itu, komunikasi yang rutin menjadi sangat penting.
Dengan sering bertemu dan berdiskusi, Bhabinkamtibmas dapat mengetahui kondisi lingkungan sekaligus memahami persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.
Apabila ditemukan potensi gangguan, langkah koordinasi dapat dilakukan lebih awal sehingga persoalan diharapkan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di kantor desa juga menjadi bentuk dukungan kepolisian terhadap pemerintahan desa.
Pemerintah desa memiliki berbagai program pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan kondisi lingkungan yang aman dan tertib.
Sebaliknya, kepolisian membutuhkan dukungan pemerintah desa dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta membangun kesadaran masyarakat.
Hubungan tersebut menjadi sebuah kemitraan yang saling menguatkan.
Polisi hadir memberikan rasa aman, sementara pemerintah desa menjadi mitra strategis dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.
Dalam menjaga kamtibmas, masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting.
Warga diharapkan tidak hanya menjadi penerima pelayanan keamanan, tetapi juga ikut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman.
Kepedulian sederhana seperti mengenali kondisi lingkungan, menjaga komunikasi antarwarga, mengaktifkan kembali semangat gotong royong, serta segera menyampaikan informasi apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan dapat membantu kepolisian melakukan pencegahan.
Bhabinkamtibmas juga menjadi salah satu penghubung masyarakat dengan kepolisian.
Dengan komunikasi yang terbuka, masyarakat tidak perlu ragu menyampaikan informasi maupun persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.
Pendekatan humanis menjadi salah satu cara yang terus dikedepankan dalam pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas.
Kehadiran polisi tidak selalu harus dalam suasana formal. Duduk bersama perangkat desa sambil berbincang santai justru dapat menciptakan komunikasi yang lebih terbuka.
Suasana yang akrab membuat berbagai informasi dapat disampaikan dengan lebih mudah.
Kedekatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kepolisian.
Ketika masyarakat merasa dekat dengan petugas, mereka akan lebih mudah berkomunikasi dan menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungannya.
Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., C.P.H.R., melalui Kapolsek Cileunyi AKP Anggy Prasetiyo, S.T.K., S.I.K., M.H., M.I.K., menegaskan bahwa kegiatan sambang dan silaturahmi yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya memperkuat kemitraan dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Kapolsek Cileunyi mengatakan, komunikasi yang baik antara kepolisian dan pemerintah desa sangat diperlukan untuk menjaga situasi kamtibmas.
“Bhabinkamtibmas harus hadir dan dekat dengan masyarakat serta pemerintah desa. Melalui komunikasi yang rutin, kita dapat mengetahui perkembangan situasi sekaligus melakukan langkah pencegahan apabila terdapat potensi gangguan kamtibmas,” ujar Kapolsek Cileunyi.
Menurutnya, pemerintah desa merupakan mitra penting kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Pemerintah desa memiliki peran yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, sinergi antara Bhabinkamtibmas dan perangkat desa harus terus diperkuat,” katanya.
Kapolsek juga mengajak seluruh masyarakat Desa Cimekar untuk bersama-sama menjaga lingkungan.
“Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Dibutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat. Mari kita jaga komunikasi, saling peduli, dan segera sampaikan kepada petugas apabila ada potensi gangguan keamanan,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan secara humanis akan terus dilakukan oleh jajaran Polsek Cileunyi.
“Kami ingin kehadiran polisi benar-benar dirasakan masyarakat. Bukan hanya ketika ada masalah, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan tempat untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi,” pungkasnya.
Kunjungan Aiptu Haris Mugia Kusumah ke Kantor Desa Cimekar menjadi gambaran sederhana bagaimana kemitraan antara polisi dan pemerintah desa terus dibangun.
Tidak harus melalui pertemuan besar, komunikasi dapat dimulai dari hal sederhana seperti duduk bersama dan berbincang santai.
Dari komunikasi tersebut, berbagai informasi mengenai kondisi lingkungan dapat diketahui lebih awal.
Hubungan yang semakin dekat juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi apabila sewaktu-waktu terjadi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.
Polsek Cileunyi berkomitmen untuk terus mendorong para Bhabinkamtibmas agar aktif berada di wilayah binaannya.
Kegiatan sambang, silaturahmi, dialog dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun warga akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan keamanan yang berkelanjutan.
Dengan terbangunnya komunikasi yang baik antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat, berbagai potensi gangguan kamtibmas diharapkan dapat dicegah sejak dini.
Pada akhirnya, keamanan bukan hanya tentang seberapa sering polisi hadir di suatu wilayah, tetapi juga tentang seberapa kuat hubungan dan kepercayaan yang terbangun antara polisi dengan masyarakat.
“Melalui kemitraan yang solid, Desa Cimekar diharapkan tetap menjadi lingkungan yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.” Pungkas Kapolsek Cileunyi.






