Cegah Bullying Dan Perundungan, Bhabinkamtibmas Desa Nagrak Berikan Penyuluhan Di Smp Al Mukhlis

KATERCIKO.COM, Cangkuang, Polresta Bandung – Dalam upaya mencegah terjadinya aksi perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan, Bhabinkamtibmas Desa Nagrak Polsek Cangkuang Polresta Bandung, Aipda Kojang Hadi Kusumah, S.H., melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada para siswa SMP Al Mukhlis, Jalan Panyaungan RT 003 RW 001, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Rabu (21/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Kojang berkoordinasi dengan Kepala SMP Al Mukhlis, Dadang Gaos, S.Ag., guna membahas langkah-langkah pencegahan dan antisipasi terhadap potensi terjadinya aksi bullying dan perundungan di lingkungan sekolah, mengingat perilaku tersebut masih menjadi perhatian di sejumlah daerah.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, seluruh siswa dikumpulkan di lapangan sekolah untuk mengikuti sosialisasi mengenai pentingnya menjaga sikap, menghormati sesama, menghargai perbedaan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti atau merugikan teman, baik secara fisik maupun verbal.

Aipda Kojang juga mengajak pihak sekolah untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas para siswa, membangun komunikasi yang baik dengan peserta didik, serta segera mengambil langkah penanganan apabila ditemukan indikasi perundungan. Upaya pencegahan tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa.

Melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan ini, Polsek Cangkuang berupaya menanamkan kesadaran kepada para pelajar bahwa bullying bukanlah perilaku yang dapat dibenarkan. Seluruh warga sekolah diharapkan berperan aktif dalam mencegah perundungan serta membangun lingkungan pendidikan yang mengedepankan rasa saling menghormati dan kepedulian.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr. Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si., melalui Kapolsek Cangkuang Ipda Didi Dwi Purnomo, S.AP., CPHR., menegaskan bahwa pencegahan bullying dan perundungan di lingkungan sekolah membutuhkan peran serta semua pihak.

Mulai dari kepolisian, pihak sekolah, orang tua, hingga para siswa. Melalui kegiatan edukasi dan pembinaan secara berkelanjutan, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang aman, bebas dari perundungan, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkarakter positif. pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *