Musdes Lebakmuncang Ciwidey Sepakat Tolak PAW, Warga Utamakan Stabilitas Pemerintahan Desa

KATERCIKO.COM, Ciwidey – Musyawarah Desa (Musdes) Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung yang digelar pada Senin (30/3/2026) berlangsung dengan tertib dan kondusif. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Lebakmuncang tersebut dimulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB, dengan dihadiri sekitar 105 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Camat Ciwidey Nardi Sunardi, S.E., M.Si., PJ Kepala Desa Lebakmuncang Dickiy Darmansyah, S.Sos., Bhabinkamtibmas Desa Lebakmuncang Aiptu II Irawan, Babinsa Serda Tutus, Ketua BPD Itep Supiandi, para Ketua RW, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan perwakilan warga Desa Lebakmuncang.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Ciwidey AKP Peeterson Timisela, S.E., menyampaikan bahwa pihak kepolisian melakukan monitoring dan pengamanan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Pelaksanaan Musyawarah Desa ini merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. Kami dari Polresta Bandung melalui Polsek Ciwidey hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujar AKP Peeterson Timisela.

Dalam musyawarah tersebut, pokok pembahasan yang menjadi perhatian utama adalah terkait rencana pelaksanaan Pemilihan Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Lebakmuncang. Setelah melalui proses diskusi dan penyampaian aspirasi dari berbagai unsur masyarakat, seluruh peserta Musdes secara bulat menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan PAW.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kesepakatan bersama demi menjaga stabilitas dan kondusivitas pemerintahan serta kehidupan masyarakat di Desa Lebakmuncang.

Kapolsek Ciwidey juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam menjaga situasi tetap aman selama kegiatan berlangsung. Ia berharap hasil musyawarah ini dapat diterima dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh elemen masyarakat.

“Sinergitas antara pemerintah desa, TNI-Polri, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami mengimbau agar seluruh pihak tetap menjaga kondusifitas pasca musyawarah ini,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *