KATERCIKO.COM, “Pertemuan Kedua Itu… Doa yang Lebih Berharga dari Segalanya”
Di tengah sunyinya jalan hutan dan jauhnya dari hiruk pikuk kota, terselip kisah kemanusiaan yang menyentuh hati. Kisah itu hadir melalui Aipda Irawan, anggota Polsek Kertasari yang dikenal sebagai “Polisi Kampung”, yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir dekat dengan masyarakat, belajar dari mereka, dan berbagi dengan tulus.
Di awal Ramadhan, Aipda Irawan bertemu dengan seorang kakek renta, seorang pemulung berusia sekitar 85 tahun. Kakek itu berjalan dengan karung di pundaknya, mengumpulkan botol bekas untuk menyambung hidup. Hari-harinya dihitung dari lima hingga sepuluh ribu rupiah—sejumlah kecil, tapi baginya itulah napas kehidupan.
Di momen Idulfitri, secara tak disangka, pertemuan itu kembali terjadi. Pakaian sang kakek sama seperti sebelumnya, karung di pundak sama, langkahnya tetap teguh. Sekali lagi, Aipda Irawan mengikuti dari belakang, menyaksikan kesabaran, keikhlasan, dan ketulusan hati seorang manusia yang hidup dalam keterbatasan, namun tetap memberi doa dan nasihat tanpa mengeluh.
Di gubuk kayu yang sederhana, Aipda Irawan datang membawa sedikit rezeki—kue seadanya dan sehelai baju. Namun yang ia terima jauh lebih besar dari apa yang ia berikan. Sang kakek dengan tulus berkata:
“Agama itu seperti kacang tanah… ada kulit, ada isi. Jangan hanya ibadah di luar, tapi hidupkan juga hatinya.”
Kata-kata itu menjadi pengingat mendalam: ibadah bukan sekadar gerakan, tetapi sebuah sikap hidup yang nyata dalam kesabaran, keikhlasan, dan kerendahan hati.
Seorang yang mampu memberi materi belum tentu kaya di hadapan Allah; sebaliknya, mereka yang terlihat kekurangan, bisa jadi paling kaya dengan doa, ketulusan, dan hati yang bersujud.
Saat Aipda Irawan hendak berpamitan, sang kakek menahan langkahnya, menengadahkan tangan, dan memanjatkan doa dengan tulus. Di momen itu, air mata jatuh tanpa bisa dibendung. Pelajaran hidup yang diterima jauh lebih berharga daripada apa pun yang diberikan.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Kertasari Iptu Fajar Sodik, S.H. menyatakan bahwa kegiatan ini mencerminkan nilai humanis Polri.
Kehadiran anggota Polri bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga kepedulian sosial—terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota, di mana masyarakat membutuhkan perhatian dan kehangatan.
Kisah ini mengajarkan banyak hal: bahwa sabar dalam kesulitan, rendah hati dalam memberi, dan ikhlas dalam doa adalah bentuk ibadah yang sesungguhnya. Bahwa hidup dengan hati yang bersujud, meski sederhana, lebih berharga dari segala kemewahan dunia.
Momen ini dapat disaksikan di media sosial:
Instagram | Facebook | TikTok
@Irawanzed25 (Aipda Irawan)
@polsekkertasari (Polsek Kertasari)
“Polisi Kampung… hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga belajar, berbagi, dan mengajarkan arti kehidupan yang sesungguhnya.”






