POLISI KAMPUNG POLSEK KERTASARI HADIR DI TENGAH WARGA, AIPDA IRAWAN KETIKA KEBAIKAN MENJADI PESAN YANG HIDUP

KATERCIKO.COM, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Kertasari Iptu Fajar Sodik, S.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang ketulusan dalam mengabdi.

Nilai tersebut tercermin dalam sosok Irwan Irawan, Ps. Kasium Polsek Kertasari, yang dikenal sebagai “Polisi Kampung”—hadir bukan karena jabatan, tetapi karena kepedulian.

Bacaan Lainnya

Wilayah Kertasari yang berada di ujung Kabupaten Bandung, dengan jalur perbukitan yang panjang dan menantang, kerap membuat kendaraan mogok, terutama karena kehabisan bahan bakar. Di situasi seperti itulah Aipda Irawan hadir.

Saat motor terhenti di tanjakan…

saat mobil kehabisan bensin di jalan sepi…

ia datang, membantu mendorong, mencarikan bensin eceran, bahkan dengan keikhlasan membantu menggunakan rezekinya sendiri.

Tanpa banyak kata, itulah dakwah bil haal—menyampaikan kebaikan lewat tindakan nyata.

Langkahnya tidak berhenti di jalan. Ia juga menyambangi rumah warga, menyapa petani, mendengarkan cerita kehidupan, hingga menjenguk mereka yang sedang sakit.

Semua dilakukan dengan sederhana, namun penuh makna.

Menariknya, dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan, Aipda Irwan juga memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok melalui akun @IrawanZed25. Namun tanpa peralatan canggih, tanpa kamera profesional, hanya menggunakan kamera handphone sederhana—ia membagikan kisah-kisah nyata yang jujur, apa adanya, dan menyentuh hati.

Konten yang ia hadirkan bukan dibuat-buat, melainkan potongan kehidupan sehari-hari yang penuh nilai kemanusiaan.

Kesederhanaan itulah yang justru menjadi kekuatan—bahwa kebaikan tidak harus mewah untuk bisa dirasakan.

“Polisi harus hadir bukan hanya terlihat, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Kapolsek Kertasari.

bahwa hidup ini seperti perjalanan di jalan menanjak—tidak semua orang kuat melewatinya sendiri.

Kadang, yang dibutuhkan bukan solusi besar…

cukup seseorang yang mau berhenti sejenak, mengulurkan tangan, dan menemani.

Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan menjadi ladang amal, diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam pengabdian. Dan semoga apa yang ditampilkan menjadi inspirasi, menggerakkan hati banyak orang untuk ikut berbuat baik, sekecil apapun itu.

Karena pada akhirnya, kebaikan yang paling kuat bukanlah yang banyak dibicarakan…

melainkan yang diam-diam dilakukan, namun terasa hingga ke hati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *