KATERCIKO.COM, Bandung – Polresta Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Pada Kamis (19/2/2026), sebanyak 15,27 ton jagung pipil hasil panen dari jajaran Polsek di wilayah hukum Polresta Bandung resmi dikirim dan diterima di Gudang Perum Bulog Kantor Cabang Sumedang.
Kegiatan pengiriman dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai di Gudang Bulog Sumedang dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta lancar. Penyerapan hasil panen ini merupakan bagian dari sinergitas Polri dalam mendukung stabilitas pangan sekaligus membantu para petani binaan di wilayah Kabupaten Bandung.
Kapolresta Bandung, Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kabag SDM Polresta Bandung Kompol Achmad Gunawan, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat.
“Penyerapan hasil panen jagung ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Bandung dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kami hadir untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik dan memiliki nilai jual yang optimal,” ujarnya.
Adapun rincian jagung pipil yang dikirimkan ke Bulog berasal dari lima Polsek jajaran, yakni Polsek Baleendah sebanyak 1,77 ton dengan rata-rata kadar air 14,9 persen dan aflatoksin 46 ppb; Polsek Banjaran 3 ton dengan kadar air 13,9 persen dan aflatoksin 31 ppb; Polsek Ciparay 7 ton dengan kadar air 12,2 persen dan aflatoksin 18 ppb; Polsek Bojongsoang 0,5 ton dengan kadar air 11,7 persen dan aflatoksin 20 ppb; serta Polsek Katapang 3 ton dengan kadar air 13,9 persen dan aflatoksin 31 ppb.
Menurutnya, kualitas jagung yang dikirim telah memenuhi standar yang ditetapkan sehingga dapat diterima oleh Bulog untuk mendukung ketersediaan stok pangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi program pembinaan dan pendampingan kepada kelompok tani di wilayah hukum Polresta Bandung.
“Ke depan, kami akan terus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan produktif serta memperkuat kolaborasi dengan stakeholder terkait guna menjaga stabilitas pangan di wilayah Kabupaten Bandung,” pungkasnya.






