KATERCIKO.COM, BANDUNG – Personel Polsek Cimaung Polresta Bandung melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan langsung ke lokasi Dapur Satgas Pangan Polri (SPPG) Polresta Bandung 7 yang berada di wilayah hukum Cimaung. Langkah ini dilakukan guna memastikan operasional dapur berjalan optimal dalam mendukung program ketahanan pangan dan penyediaan konsumsi yang layak bagi sasaran program.
Kegiatan monitoring ini meliputi pengecekan ketersediaan bahan baku, standar kebersihan pengolahan makanan, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung lainnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar distribusi hasil dari Dapur SPPG tetap terjaga kualitasnya sebelum sampai ke tangan masyarakat.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono S.H., S.I.K., M.H., CPHR., melalui Kapolsek Cimaung menegaskan bahwa pengawasan secara berkala terhadap Dapur SPPG merupakan komitmen Polri dalam mengawal program strategis pemerintah. Kehadiran personel di lapangan memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat proses produksi harian.
“Monitoring ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh operasional di Dapur SPPG Polresta Bandung 7 berjalan sesuai SOP, baik dari sisi higienitas maupun ketepatan waktu distribusi. Kami ingin memastikan program ini memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ungkap Kapolsek Cimaung.
Lebih lanjut, dalam pengecekan tersebut, personel juga berdialog dengan petugas dapur untuk menyerap aspirasi serta kendala yang dihadapi di lapangan. Koordinasi yang solid antara pengelola dapur dan pihak kepolisian diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program ini dalam jangka panjang.
Secara keseluruhan, hasil pemantauan menunjukkan bahwa aktivitas di Dapur SPPG Polresta Bandung 7 berjalan dengan sangat baik dan kondusif. Bahan pangan yang diolah dipastikan dalam kondisi segar dan diproses dengan standar kesehatan yang ketat.
“Kami akan terus melakukan pendampingan dan monitoring secara rutin agar kehadiran Dapur SPPG ini benar-benar dirasakan dampak positifnya oleh warga, khususnya di wilayah hukum Polsek Cimaung,” pungkasnya.






